Rumah Kerinduan

Malam terasa begitu panjang. Namun Subuh tak kunjung datang.

Saat sedang bercengkrama bersama kawan-kawan, salah satu dari nyeletuk, “PPMI ulangtahun, ya?” Aku tidak ingat betul kapan tanggal pastinya.  Ada yang bilang tanggal 12, ada pula yang bilang tanggal 15.

Sementara seorang kawan tadi masih gemar membuka situs jejaring sosial yang memiliki fitur “Group” dan sekaligus hobi bikin gempar di sana sepanjang waktu. Aku langsung mengambil ponsel pintar milikku dan mulai login ke Twitter. Langsung deh jemari-jemari ini menari merangkai kata (dan kenangan) untuk dipublish sebagai cuitan. Hehehe…

Dan berikut ini hasil beberapa cuitan tersebut:

Semua Dimulai Ketika …

Semua dimulai ketika…
pertemuan yang tak disengaja, saat pertukaran kelas
kau dan aku saling manyambangi
hingga keakraban mulai terjalin di sana

Semua dimulai ketika …
kita berkecimpung dalam satu atap
melakukan segala aktivitas bersama
hingga timbul sebuah rasa

Semua dimulai ketika …
kau mulai tunjukkan pertanda
yang baru kusadari kemudian
hingga justru sahabatku yang membacanya

Semua dimulai ketika …
saat waktu perpisahan tiba
kau nyanyikanku sebuah lagu
hingga semua tak lagi terdengar gemanya

7609-kenangan

sering dibilang tukang gombal, tapi saya ikhlas. kalo kangen, sms aja :3 penyuka hujan di bulan Desember

Cerita madre (1)

Puluhan buku tersusun rapi terpajang di bagian rak “New Release” Toko Buku Togamas.

Mataku-dan siapa pun pengunjung yang datang ke sana pun hampir pasti akan langsung menatap tumpukan tersebut karena diletakkan dekat pintu masuk. Sepertinya memang sengaja untuk menarik perhatian pengunjung.

madre – kumpulan cerita, begitu judul buku itu terbaca dari kejauhan. Pada bagian bawah buku itu tertulis ‘DEE’. Tanpa perlu didekati, saya sudah tahu itu adalah buku terbaru dari sang Supernova: Dewi Lestari–yang juga tidak lain adalah seorang penyanyi. Continue reading