Musyawarah Kerja Nasional PPMI 2010

Pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis uraian yang tersedia. Begitulah pengertian Pers dalam pasal 1 bagian (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dimana pers mencakup media cetak dan elektronik serta bentuk penyampaian lain. Sedangkan, Mahasiswa merupakan pemuda yang memiliki tiga fungsi, yang terkenal dengan nama tri fungsi mahasiswa, yakni agent of change, man of analysis, dan social control. Dimana kedua variabel, yaitu pers dan mahasiswa digabungkan menjadi sebuah identitas pers mahasiswa (persma). PersMa yang berdiri dan bergerak dalam lingkungan akademis menjadi ciri khas serta kekuatan tersendiri dibanding dengan pers pada umumnya. Continue reading

Advertisements

Kisruh HMI-POLISI

Di tengah-tengah ramainya pemberitaan mengenai hasil Rapat Paripurna DPR terkait kasus bail-out Bank Century di negeri ini, tiba-tiba saja publik dikejutkan dengan kerusuhan yang terjadi di daerah Makassar, Sulawesi Selatan. Kerusuhan tersebut terjadi antara pihak organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dan aparat Kepolisian setempat. Memang tidak bisa dipungkiri juga bahwa keributan tersebut terjadi sebagai tindak lanjut aksi demo saat Sidang Paripurna DPR 2-3 Maret silam. Kejadian tersebut bermula karena kantor sekretariat HMI diserang dan dirusak oleh sejumlah oknum tidak dikenal. Tidak hanya itu, beberapa aktivis HMI juga ada yang menjadi korban pemukulan. Belakangan diketahui pelaku tindakan tidak terpuji tersebut adalah polisi berpakaian preman.

Aksi balas dendam pun dilakukan. Aktivis HMI lain yang tidak terima atas tindakan yang dilakukan aparat Kepolisian balik menyerang salah satu pos polisi. Mereka melakukan hal serupa seperti para polisi yang telah merusak kantor Sekretariat HMI. Para mahasiswa menghujani pos polisi dengan lemparan batu hingga menyebabkan kaca pos polisi tersebut pecah dan berserakan ke tanah.

Continue reading

Tentang 28 Januari

Sebelumnya, saya ingin memberitahukan bahwa tulisan ini sifatnya memang re-post dari PPMI, tetapi bagi saya pribadi merasa ini cukup penting untuk diperhatikan.

Kepada:
Seluruh “Aktifis Persma”

Salam Pers Mahasiswa!

Semua DK/Kota/Caretaker/LPM harus punya berita tentang aksi 100 hari SBY-Boediono!!! Wajib! Harus! Entah siapa yang ngeliput harus ada buat persma.com! Harus!

Isu kita “Pendidikan”, rentan 100 hari SBY-Boediono tidak ada harapan bagi masa pendidikan di Indonesia! Kelewatan! Mereka tidak berbuat apa-apa!

Untuk aksi, terserah DK/Kota/Carekater/LPM ingin turun ke jalan atau tidak. Karena sifatnya “semi-otonom…”

Mari berpikir keluar!

Kita bagian dari gerakan!
Jabat Erat!

Pelantikan Wakil Menteri

Hari ini, Rabu (7/1/2010) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik lima orang Wakil Menteri dan Sekretaris Kabinet di Jakarta.

Saat pertama kali mendengar kabar ini, saya agak sedikit terkejut. Terkejut dalam artian, ternyata Presiden tidak main-main dengan wacananya terdahulu untuk mengangkat wakil menteri.

Meskipun di awal kabar ini muncul ke permukaan sempat menuai pro-kontra dan tanda tanya besar dari berbagai pihak karena patut dipertanyakan juga, “Seberapa pentingkah pengangkatan wakil menteri??”

Namun kini keputusan itu telah bulat dan terlaksana.

Selain wakil Menteri, Presiden SBY juga melantik Sekretaris Kabinet menggantikan Sudi Silalahi.Berikut adalah nama-nama Wakil Menteri dan Sekretaris Kabinet yang rencananya akan dilantik Presiden hari ini:

  1. FASLI JALAL sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional;
  2. SJAFRIE SJAMSOEDDIN sebagai Wakil Menteri Pertahanan;
  3. DR. FAHMI IDRIS sebagai Wakil Menteri Kesehatan;
  4. ANGGITO ABIMANYU sebagai Wakil Menteri Keuangan;
  5. LUKITA DINARSYAH TUWO sebagai Wakil Kepala BAPENAS;
  6. DIPO ALAM sebagai Sekretaris Kabinet.

Dari seluruh nama yang tersebut di atas, tampaknya banyak yang belum dikenal rakyat. Hanya ada satu nama yang sudah cukup familiar di mata masyarakat, yakni DR. Fahmi Idris. Beliau adalah Mantan Menteri Perindustrian yang kini juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Namun apa yang terjadi? Anggito Abimanyu (Wakil Menkeu) dan Fahmi Idris (Wakil Menkes) batal dilantik pada hari ini. Menurut kabar yang beredar, beliau belum menyelesaikan sedikit masalah administrasi yang harus dipenuhi. Dan beliau akan kembali dipanggil untuk dilantik pada gelombang berikutnya.

Meski demikian, siapa pun pilihan Presiden tentunya bukanlah orang yang sembarangan. Kita sebagai rakyat hanya bisa berharap, semoga saja mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik.