Keistimewaan dalam Ruang Redaksi


Anda warga Yogyakarta dan sekitarnya..? Atau sedang menetap di Jogja..?

Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui Pemerintah pusat berniat membuat sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaan Daerah istimewa Yogyakarta yang sebagian isinya mengatur mengenai tata cara pengangkatan Kepala Daerah?

Sontak, seluruh warga marah, mereka seolah tidak terima dengan kebijakan Pemerintah pusat di Jakarta. Padahal, itu masih sebatas RUU. Artinya, masih belum sah dan tentu saja belum berlaku semua aturannya. Hal itu semakin bertambah parah ketika sebagian media massa memberitakan perkembangan terkait isu tersebut secara berlebihan.

Ada yang mendukung, ada yang memilih untuk tidak menurunkan berita tentang Keistimewaan DIY, dan ada juga yang mengawal isu ini secara biasa-biasa saja. Mengapa bisa demikian? Padahal seharusnya media manjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial, mengingat salah satu elemen dalam Jurnalisme menurut Bill Kovach adalah ‘Independen’.

Guna menjawab pertanyaan tersebut di atas, Komunitas Obrolan Altrenatif yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) dan Koran TEMPO Biro Jateng & DIY tertarik untuk mengadakan diskusi bertema: “Dinamika Ruang Redaksi dalam Menyikapi Isu Keistimewaan DIY” pada hari Selasa, 1 Februari 2011 bertempat di Pendopo Agung Tamansiswa, Yogyakarta. Acara diskusi akan dimulai pukul 10:00 – 12:00 WIB.

Adapun pembicara yang akan hadir adalah Darmanto (Masyarakat Peduli Media) sebagai Media Watch dan Sumarianto (Redaktur Harian Jogja.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s