Ronde Baru CICAK vs BUAYA


chandrabibit-dlm

Bibit-Chandra

Pada awalnya, saya tidak mau terlalu ambil pusing terhadap kasus ini. Bisa dibilang hanya acuh-tak acuh saja. Bukan apa-apa, terus terang saja bahwa saya tidak paham betul dengan apa yang sebenarnya terjadi. Mengingat di dalamnya terdapat sebuah permainan Intelijen. Dan selaku insan PERS, wajarlah kiranya jika saya bersikap NETRAL. Terlalu rumit untuk ditelusuri, it’s so complicated! Meski demikian, saya tetap terus memantau perkembangan beritanya melalui media Televisi.

Hingga selang waktu berjalan, datang sebuah kabar mengejutkan, Bibit-Chandra Resmi ditahan MABES POLRI tepatnya pada tanggal 29 Oktober 2009 silam. Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah adalah dua orang Pimpinan KPK non-aktif yang sebelumnya telah ditetapkan statusnya menjadi tersangka dengan tuduhan “meyalahgunakan wewenang” terkait Kasus Dugaan Korupsi yang menimpa Dirut PT. Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo, setelah sebelumnya juga dikenakan wajib lapor. Kedua Pimpinan KPK itu dianggap telah melanggar UU yang isinya menyebutkan pejabat KPK dilarang menemui atau berhubungan dengan pihak yang kasusnya sedang ditangani oleh KPK. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kredibilitas dan independensi KPK. Bahkan setelah kasusnya rampung di pengadilan sekalipun.

Walaupun telah ditahan, tapi banyak pihak yang menyangsikan sikap POLRI tersebut. Masyarakat menilai, penahanan terhadap Bibit-Candra tidaklah adil dan terkesan terlalu dibuat-buat. Mengapa? Karena sebelum resmi ditahan, Bibit dan Candra dikenai tuduhan baru, yakni Pasal tentang dugaan menerima suap. POLRI pun bukannya tapa alasan. Mereka “memenjarakan” Pimpinan KPK tersebut karena khawatir akan 5 hal berikut:

  1. Melarikan diri;
  2. Menghilangkan barang bukti;
  3. Mengulangi perbuatannya;
  4. Bersikap tidak kooperatif;dan
  5. Seringkali menggelar Konpres, sehingga akan menimbulkan opini publik.

Sontak rakyat pun marah, kesal dan berontak. Mereka tidak percaya begitu saja dengan apa yang dituduhkan POLRI. Mana mungkin Pimpinan KPK yang notabene ‘bersih’ lantas bisa menerima suap? Dan entah siapa yang lebih dulu memulai hingga mucullah statement: “Ini adalah upaya “pengerdilan” KPK.”

Di luar sel, para pendukung Bibit-Candra mulai bermunculan. Belum apa-apa, sudah santer terdengar kabar bahwa muncul 9 nama yang siap pasang badan. Mereka menyatakan diri siap untuk menjamin Bibit dan Chandra. Selain itu, mereka juga meminta penangguhan penahanan terhadap Bibit dan Chandra. Setelah itu, barulah kemudian beberapa nama lainnya mulai dari mantan pejabat negara hingga kalangan professional ikut memberikan dukungannya terhadap KPK. Salah satu di ataranya adalah mantan Presiden Abdurrahman Wahid.

Tidak hanya itu, bahkan di dunia maya, salah satu situs jejaring sosial Facebook terdapat sebuah komunitas bernama Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto yang telah memiliki ratusan ribu member hingga kini. Dan diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah setiap harinya.

Kembali ke duia nyata, baru-baru ini Presiden memanggil 4 Tokoh Nasional untuk datang ke Istana Negara guna membahas kelanjutan kasus KPK vs POLRI. Presiden merasa kasus ini sudah memasuki ranah politik, dan itu keluar jalur. Maka, hal ini dirasa perlu untuk mengembalikannya ke jalur hukum.

Keempat tokoh tersebut adalah:

  1. Anies Baswedan (Rektor Univ. Paramadina)
  2. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarief Hidayatullah)
  3. Hikmahanto Juwana (Guru Besar Fak. Hukum UI)
  4. Teten Masduki (Sekjen TII)

Para tokoh nasional ini menawarkan beberapa solusi alternatif kepada Presiden. Mereka mengusulkan kepada Presiden agar membentuk Tim Pencari Fakta soal kasus KPK. Selain itu, Kapolri disarankan untuk mengadakan Gelar Perkara Kasus KPK, dengan dikawal oleh tim ahli yang independen. Dan yang terakhir, Kapolri juga diharapkan transparan dalam mengusut kasus KPK.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s