ISI LAPTOP NOORDIN M. TOP


Pasca penembakan Noordin M. Top, POLISI membeberkan isi laptop milik gembong teroris itu kepada wartawan. Salah satu yang diperlihatkan Polisi adalah rekaman video persiapan pengeboman dua hotel, J.W. Marriot & Ritz Carlton. Dalam video terlihat dua pelaku bom bunuh diri, masing-masing Dani Dwi Permana dan Nana Ichwan Maulana melakukan survey di Lapangan Ambassador yang berada di depan dua hotel tersebut.

Survey pertama dilakukan tanggal 21 Juli 2009 sekitar pukul 7,30 pagi atau sekitar tiga minggu sebelum pengeboman. Mereka bertemu di lapangan dan melakukan pengamatan. Berpura-pura melakukan jogging dan berolahraga ringan di lapangan dengan latar belakang dua hotel mewah tersebut. Dalam rekaman video yang gambarnya diambil oleh Syaifudin Jaelani ini terlihat beberapa kali kamera mengarah ke dua hotel yang menjadi sasaran bom.

Sepekan kemudian, ketiganya kembali berada di lapangan Ambassador. Dalam rekaman kali ini Dani dan Nana yang mengenakan topi sempat berbicara di depan kamera. Dalam rekaman ini pula terdengar suara Syaifudin yang menyebut-nyebut Amerika akan hancur. Kepala Unit Cyber Chrime BARESKRIM POLRI mengatakan, ketiganya juga melakukan persiapan dengan membeli baju untuk para pelaku bom bunuh diri. Dalam rekaman lainnya nampak dalam gambar Nana tengah mencoba sebuah baju. Mereka juga terlihat berbicara mengenai sasaran pengeboman di sebuah kamar.

Dani Dwi Permana dan Nana Ichwan Maulana adalah pelaku bom bunuh diri Marriot & Ritz Carlton yang direkrut oleh Syaefudin Zuhri alias Syaifudin Jaelani. Pasca pengeboman ini seluruh kelompok teroris Noordin M. Top yang dipercaya sebagai dalang di balik aksi pengeboman tersebut. Noordin akhirnya tewas beserta tiga orang pengikutnya dalam sebuah penggerebekan di Mojosongo, Solo, dua pekan lalu.

Trio Berbahaya

Trio berbahaya Syaifudin Jaelani, Muhammad Sjahrir dan Baharuddin Latief alias Baridin saat ini barangkali sedang mengendap-endap di tempat persembunyian  mereka. Bisa jadi mereka tengah menyusun taktik dan strategi serangan bom berikutnya, mulai dari taktik menyamar, mengatur logistik,  hingga merekrut anggota baru.

Tiga tersangka teroris ini masih menjadi buronan POLISI. Mereka selalu lolos dari penyergapan Tim DenSus 88 di berbagai tempat, termasuk di Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah.

Saat Polisi mengangkut empat jenazah dari Mojosongo menuju Rumah Sakit POLRI Kramat Jati, Jakarta, sempat beredar kabar bahwa salah satu jenazah adalah sosok Baridin.

Baridin adalah orangtua dari Arina Rahmah yang kabur ketika polisi menggrebek jaringan Noordin M. Top di Cilacap, Jawa Tengah sebelum Pemilu 2009 silam,

Arina Rahmah menurut keterangan Polisi adalah istri Noordin M. Top yang menyamar sebagai Ade Abdul Halim asal Makassar.

Di manakah Baridin saat ini? Ia bak ditelan bumi. Demikian pula dengan Syaefudin dan Sjahrir..

Kakak-beradik perekrut Dani Dwi Permana dan Ichwan Maulana, pengantin pelaku bom bunuh diri di Hotel J.W. Marriot dan Ritz Carlton ini belum terendus keberadaannya oleh Polisi. Kapolri Jend. Pol. Bambang Hendarso Danuri mengatakan mereka tergolong pejabat jaringan Al-Qaeda Asia Tenggara. Perannya dalam teror bom sedikit di bawah gembong teroris Noordin M. Top. Ini berarti aksi teror bom masih harus diwaspadai, meskipun jenazah Noordin sudah akan dikuburkan, namun gerakan sisa komplotannya masih sangat BERBAHAYA!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s